Kinerja Panel Surya, Efisiensi Versus Daya Maksimum

Kinerja Panel Surya, Efisiensi Versus Daya Maksimum

Kinerja Panel Surya, Efisiensi Versus Daya Maksimum – Standart Test Condition (STC) adalah standar untuk mengukur kinerja maksimal suatu panel surya pada suatu kondisi seragam sehingga memungkinkan untuk melakukan perbandingan seragam pada panel surya baik pada produsen yang sama atau berbeda.Kondisi pengujian didefinisikan sebagai berikut :

  • iradiasi: 1000 W / m²,
  • suhu: 25 ° C
  • AM: 1,5 (AM singkatan Air Mass, ketebalan atmosfer; didaerah ekuator massa udara = 1, tetapi di Eropa 1,5).

Pengujian ini biasanya dilakukan menggunakan mesin simulator matahari.

Di Indonesia, AM (Air Mass) bernilai 1 karena berada di daerah ekuator. Waktu terbaik kinerja suatu panel surya saat cuaca cerah antara jam 10.00 – 14.00. Oleh sebab itu keluaran daya suatu panel surya biasanya diasumsikan bekerja selama 3 jam/hari saja, contohnya bila kita memiliki panel surya dengan daya 200WP maka dalam 1 hari diasumsikan 200Watt x 3 = 600 Watt saja.

Perhitungan Daya didapat dari perkalian Arus dan Tegangan
Rumus nya : P = I x V
Dimana :
P = Daya dalam Watt (W)
V= Tegangan dalam Volt (V)
I = Arus dalam Ampere (A)

Beberapa parameter yang ada pada panel surya :
1. Kurva IV

pmax panel surya

2. Daya Maksimum / Maximum Power Point (Pmak)

Daya Maksimum (Pmak) bisa dilihat pada kurva I-V yang merupakan titik operasi yang menunjukkan daya maksimum hasil pertemuan Imp dan Vmp yang dihasilkan oleh panel surya. Perhitungan nilai Pmak dengan rumus sebagai berikut :
Pmak = Voc x Isc x FF

3. Voc / Open Circuit Voltage

Voc adalah kapasitas tegangan maksimum yang dapat dicapai pada saat tidak adanya arus. Voc didapat dari pengukuran terhadap tegangan (V) dilakukan pada Terminal (Junction Box) positif dan negatif dari panel surya dengan tidak menghubungkan panel surya dengan komponen lainnya

4. Isc / Short Circuit Current (Isc),

Isc adalah maksimum arus keluaran dari panel sel surya yang dapat dikeluarkan dibawah kondisi dengan tidak ada resistansi atau hubung singkat. Isc didapat dengan membuat Terminal (Junction Box) menjadi rangkaian hubungan singkat sehingga tegangannya menjadi nol menggunakan Ampere meter.

5. Fill Factor (FF)

Nilai Fill Factor biasanya sekitar 0,7 – 0,85. Semakin besar nilai FF suatu panel surya, maka kinerja panel surya tersebut semakin baik, dan akan memilki efisiensi panel surya yang semakin tinggi. Perhitungan nilai FF dengan rumus sebagai berikut:

Rumus-01

6. Efisiensi (ɳ)

Efisiensi panel surya adalah perbandingan dari Daya Maksimum (Pmak) panel surya dengan daya intensitas matahari (irradiance matahari). Perhitungan efisiensi panel surya dengan rumus sebagai berikut:

Rumus-02

Dimana :
I = Intensitas Matahari (watt/m²)
A = Luas Penampang panel surya (m²)
“ Sehingga bila ingin mendapatkan efisiensi panel surya yang tinggi maka Pmak harus besar dengan luas penampang yang seminim mungkin “

Baca juga artikel: Mengenal kelebihan dan kelemahan penggunaan Panel Surya

Efisiensi Versus Daya Maksimum

Efisiensi suatu panel surya memang sangat penting, karena semakin tinggi efisiensi maka kinerja suatu panel surya semakin baik. Efisiensi sangat berpengaruh kepada Daya Maksimum (Pmak) dan luas penampang suatu panel surya. Tetapi bila menginginkan panel surya berefisiensi tinggi tetapi mengorbankan luas area yang diperkecil, ini adalah salah besar dan sangatlah tidak dianjurkan karena nantinya akan mempengaruhi life time suatu panel surya.

Lihat yang terkait:

error: Content is protected !!