Sertifikasi Panel Surya

Sertifikasi Panel Surya

Sertifikasi produk atau kualifikasi produk adalah proses sertifikasi bahwa produk tertentu telah lulus tes kinerja dan tes jaminan kualitas, dan memenuhi kriteria kualifikasi yang ditetapkan dalam kontrak, peraturan, atau spesifikasi (biasanya disebut “skema sertifikasi”). Hal ini sangat penting peranannya, karena memberikan perlindungan pada konsumen untuk mendapatkan produk bermutu, menunjukkan produk telah memenuhi standar terhadap regulasi / ketentuan berlaku (SNI – Standar Nasional Indonesia ), pemastian bahwa produk yang dihasilkan telah diuji, dikendalikan dan diawasi yang menggunakan pihak ketiga independen, serta dapat meningkatkan daya saing terhadap produk yang tidak tersertifikasi.

Sertifikasi apa saja pada panel surya yang dapat diaplikasikan di Indonesia saat ini :

1. Sertifikasi ISO 9001
iso-9001
Merupakan sertifikat standar Internasional untuk sistem manajemen mutu / kualitas.

ISO 9001 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk (barang atau jasa). ISO 9001 hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga diharapkan bahwa produk panel surya yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik (standar) dan dapat di terima oleh pasar tentunya. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kinerja dari sistem manajemen mutu, meningkatkan kualitas produk panel surya, meningkatkan kepuasan pelanggan, memungkinkan perbaikan yang berkelanjutan dan pengakuan internasional.

2. Sertifikasi ISO 14001
iso-14001
Merupakan sertifikat standar international untuk sistem manajemen lingkungan.

ISO 14001 adalah suatu standar untuk mengelola lingkungan secara professional di dalam organisasi. Perkembangan industri dan pertumbuhan penduduk dewasa ini telah menyebabkan krisis lingkungan dan energi. Berawal dari dampak industri inilah maka organisasi dan industri diwajibkan untuk bertanggungjawab terhadap semua proses kegiatan organisasi. Konservasi lingkungan telah menjadi tuntutan dari pelanggan negara maju yang secara sadar melihat pentingnya perlindungan terhadap lingkungan dilaksanakan sejak dini untuk meminimalisasikan kerusakan lingkungan di masa depan. Sistem ini bertujuan untuk menghasilkan produk panel surya yang ramah lingkungan, menunjukan perusahaan untuk peduli akan lingkungan, mengikuti perundang-undangan lingkungan, mengurangi resiko insiden pada lingkungan, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, badan pemerintah dan masyarakat umum, meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja.

3. Sertifikasi ISO 18001
iso-18001
Merupakan sertifikat standar international untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.

Perkembangan industri mempunyai korelasi dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan pekerjanya, seperti industri bahan kimia, Jasa Konstruksi, Plastik, Besi baja, dll. Sejalan dengan hal ini maka industri – industri yang berdampak bagi pekerjanya harus mengelola lingkungan kerjannya agar dapat menurunkan dampak lingkungan. Sikap kritis dari masyarakat dunia juga mendorong industri yang beresiko ke pekerja untuk menerapkan suatu sistem pengelolaan yang aman bagi pekerjannya. Sistem ini bertujuan untuk perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja karyawan, mengurangi resiko kecelakaan, memotivasi karyawan, pengurangan biaya operasi dan biaya kecelakaan kerja dan meningkatkan Citra & Image perusahaan.

4. Sertifikasi Uji Standar Nasional Indonesia (SNI)
standard indonesia

Merupakan sertifikat hasil uji sesuai standar nasional Indonesia dimana panel surya akan diuji untuk pengukuran karakteristik arus – tegangan Sel / Modul Fotovoltaik (Panel Surya) – SNI 04-3850.2-1995.
Tujuan dari pengukuran dan pengujian panel surya ini adalah untuk memeriksa kesesuaian spesifikasi teknis yang diberikan oleh manufaktur, serta untuk memberikan gambaran teknis tentang unjuk kerja panel surya, yang digambarkan melalui besaran daya keluaran maksimum (Pm) ataupun parameter lainnya, seperti fill factor (FF) yang menggambarkan besar kecilnya tahanan seri maupun shunt dari panel surya.

Hasil pengujian / pengukuran tidak menetapkan kriteria lolos uji, akan tetapi dari unjuk kerja panel surya akan sangat berguna bagi konsumen untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian daya keluaran panel surya dengan spesifikasi yang dicantumkan oleh manufaktur, serta untuk mengetahui kualitas panel surya dari evaluasi terhadap parameter seperti fill factor.
Pengujian panel surya berdasarkan SNI 04-3850.2-1995 dapat dilakukan di Balai Besar Teknologi Energi – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TE-BPPT)

5. Sertifikasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri)
tkdn
Merupakan sertifikasi standar nasional Indonesia untuk mengukur tingkat kandungan dalam negeri, dimana tingkat kandungan dalam negeri ini dihitung dari bahan (material) langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung pabrik (factory overhead) dalam bentuk persentase.
Berdasarkan regulasi yang ditetapkan pemerintah yakni Peraturan Menteri (PERMEN) No.102 tahun 2009 tentang Pedoman Pengunaan Produk dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan direvisi dengan PERMEN 15 tahun 2011. Pengadaan barang/Jasa yang dimaksud adalah pengadaan yang dilakukan dilingkungan pemerintah Seperti Pemda, Pemko, BUMN, BUMD dan semua instansi pemerintah lainnya wajib mengunakan produk dalam negeri.

TKDN digunakan salah satunya untuk proyek-proyek Engineering Procurement & Construction (EPC), karena untuk pengadaan (Procurement), banyak mesin dan alat-alat yang bahan bakunya masih berasal dari luar negeri tapi perakitannya dilakukan di dalam negeri, sementara Pemerintah berharap, untuk proyek-2 yang akan dilaksanakan, lebih banyak menggunakan bahan dan jasa dari dalam negeri. Untuk itu, maka penilaian penawaran peserta pengadaan barang / jasa tidak hanya dari segi teknis dan harga tapi juga dari tingkat komponen dalam negeri yang dikandung oleh barang maupun jasa yang ditawarkan.

Sistem perhitungan TKDN ini bertujuan untuk mendukung industri panel surya dalam negeri, Pemerintah memberikan preferensi harga bagi produk panel surya dalam negeri dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Mengingat tidak seluruh komponen panel surya dapat diproduksi di dalam negeri, Pemerintah menetapkan persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang harus dipenuhi. Untuk nilai persentase panel surya yang diproduksi dalam negeri saat ini memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negerinya berkisar diatas 40%. Lazimnya penghitungan dilakukan oleh pihak ketiga yang independen, namun Industri panel surya dapat melakukan penghitungan sendiri untuk memperoleh gambaran pencapaian TKDN-nya. Pihak ke tiga yang menilai perhitungan TKDN ini adalah Surveyor Indonesia dan Sucofindo yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Sumber:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Product_certification

Related posts:

error: Content is protected !!